Epilog

740 Kata

"Di mana.. aku?" Ketika matanya terbuka, Fergus melihat pemandangan yang asing. Ruangan itu terlampau luas. Ia tidak mengerti situasinya. Angin tiba-tiba berhembus. Menoleh ke kanan, Fergus mendapati jendela besar terbuka lebar. Anginnya meniupkan gorden putih itu hingga ke tubuh Fergus. Perlahan, Fergus berusaha menegakkan punggung. Namun tenaganya tidak ada. Ia kesulitan. Fergus mengerang. "Ah." Teringat sesuatu, hal terakhir sebelum kesadarannya lenyap adalah ketika melenyapkan Emel, penyihir termashyur dari Kerajaan Lydei. Lalu, Fergus teringat akan teriakan Versa. Juga Alex ayah Versa. Setelah itu cahaya membutakan matanya. Semua menggelap. Fergus mencoba bangkit. Kali ini ia menahan rasa sakitnya. Entah bagian mana yang remuk. Tulangnya, atau organ dalamnya, Fergus tidak tahu

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN