Iqbal sedang memangku Arsen dan Nisha di kedua kakinya itu. Sesekali matanya melirik Andini yang duduk dengan Erfan di caffe out door yang letaknya tak jauh dari mereka Ini sudah dua tahun, Arsen semakin pintar dan akan masuk ke Playgroup. Iqbal bukannya tidak berusaha untuk merebut Andini, tapi dirinya hanya menanti saat yang tepat untuk menggenggam kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya. Terkesan egois memang, tapi ia juga ingin kebahagiaan. Tidak salahkan jika ia memperjuangkan kebahagiaannya? “Ayah, kapan bobo sama aku sama bunda?” Tanya Arsen sambil menjilati es krim di tangannya. Nisha yang mendengar itu menatap Arsen tajam. Semenjak ada Arsen, Nisha merasa dadynya itu lebih sayang Arsen ketimbang dirinya. “Dady cuma boleh bobo sama aku” ucap Nisha, Arsen menatap Nisha se
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


