Argan terlihat pucat pasi, tubuhnya dalam balutan selimut tebal. Menggigil antara panas dan dingin, beradu menjadi satu. Tadi begitu mereka sampai di apartemen, Anay langsung pergi ke dapur dan menyiapkan soup ayam untuk Argan. Laki-laki itu baru akan menghabiskan makanannya setelah di beri pilihan; Semangkuk soup berisi potongan kentang, wortel, ayam dan bahan-bahan lainnya atau PS 3-nya di sita selama sebulan. Tentu saja Argan memilih pilihan yang paling gampang dan juga meminum obatnya lalu dia kembali tertidur. "Kamu masih pusing?" tanya Anay setelah mengecek suhu badan Argan. Badannya sudah tidak sepanas tadi. Argan menggeleng "Udah enakan!" Anay menarik beberapa lembar tissu dari kotaknya di atas nakas lalu menyeka keringat di dahi dan leher Argan. "Kalau kerjaan lagi banyak kam

