“Sudah jam dua siang, aku akan kembali ke kantor, kau mau aku antar?” tanya Dave, sepertinya dia jengah terus terusan di ledek oleh kami. “Aku bareng Varro saja” ucapku. Setelah berpamitan, Dave pergi meninggalkan kami. “Aku akan kembali ke rumah sakit untuk menemani kakakku, kalian hati hati di jalan” ucap om Dika. “Om juga hati hati” ucapku. “Aku gak nyangka, anak laki laki yang aku kagumi dulu itu kak Dave, kenapa sekarang dia jadi laki laki b******k?” cibir Varro saat didalam mobil. “Entah lah, salah gaul kali!” jawabku asal. “Aku gak nyangka juga ternyata keluarga kami deket gitu” ucap Varro sambil menghela nafas. “Kenapa menghela nafas gitu?” tanyaku. “Aku gak mau deket deket sama cowok b******k yang nyakitin kak Zea” Varro mencebikkan bibirnya. “Makasih ya Dek!” aku mengac

