Aku memutuskan tidak akan lagi sakit hati dengan tuduhan ataupun perkataan Dave. “Zea!” bentak Dave. “Apa?” ucapku malas. “Kau benar benar menantangku?” desis Dave. “Sebenarnya apa yang ingin kau dengar dariku? aku memberikanmu alasan hingga mulutku berbusa pun kau tidak akan mempercayaiku, jadi untuk apa aku menyia nyiakan energiku untuk menjelaskannya padamu?” sinisku. “Kau harus ingat Zea, kau masih istriku! aku tidak mau kamu mencoreng nama baik keluarga Alexander” ucap Dave sambil mencengkram daguku. “Memangnya apa yang sudah aku lakukan Dave?” aku berusaha melepaskan cengkraman Dave. “Sekali lagi aku melihatmu makan berdua dengan seorang laki laki, aku tidak akan segan menyeretmu saat itu juga” ucap Dave sambil melepaskan cengkraman tangannya di daguku. Sekuat apapun aku memp

