Sekalipun dia sudah mempersiapkan segala dengan baik, pakaian bahkan senjata, tapi itu tidak bisa menghilangkan rasa khawatir yang Sofia rasakan. Jantungnya berdebar kencang. Jari-jari tangannya seolah tak bisa diam di tempat dan terus mengetuk sekitarannya. Pikirannya berkelana. Tatapannya pun tidak fokus, jelalatan pada jalanan sambil memastikan tidak ada yang mengikuti selain mobil para pengawal mereka. Aku tidak mau kehilangan lagi, Tuhan. Dan doa yang sama sejak perjalanan terus dia rapalkan dalam hati. Tak boleh ada korban seperti Lukas, tak boleh. “Sofia.” Bisikan Nik di sisinya berhasil menarik wanita itu kembali ke dunia. Begitu menoleh, tahu-tahu saja jarak antara dirinya dan Nik telah menghilang. Wajah pria itu semakin mendekat pada wajah Sofia hingga kedua napas mereka mener

