Mimpi paling buruk biasanya datang di tengah-tengah momen paling membahagiakan sedang terjadi. Sulit bagi Sofia untuk menjabarkan perasaannya saat ini. Telepon Natalia datang selayaknya hantu. Mengikuti dia ke mana saja, bahkan dia tak lagi bisa tersenyum memandang Theo dan Nik yang terus membagi tawa dan canda. Perlahan Sofia memasuki kamar tidur Theo. Wanita itu sudah berganti pakaian, dia siap berangkat menuju apartemen Natalia. Namun bukannya pamit, dia malah memandangi lekat-lekat Nik. Pria itu sedang asyik mengajari Theo nama-nama hewan dengan buku edukasi. “Sofia ….” Panggilan Nik berhasil menyentak Sofia. Kening pria itu mengernyit dalam. “Kau baik-baik saja, Sayang?” Sofia mengangguk lambat-lambat. Memaksa senyumnya untuk mengembang seraya berjalan mendekati Nik. “Aku tidak mau

