Seharusnya hidup adalah tentang terus berjalan tanpa melihat masa lalu. Namun, Nik tidak bisa. Terlebih saat mengetahui bahwa Ben, paman kandungnya yang berniat untuk membunuhnya dan juga seluruh anggota keluarganya, masih berkeliaran bebas di luar sana entah sedang berbuat apa. Setiap harinya, bahkan detiknya, Nik ingin segera melihat tubuh Ben terkapar di depan matanya dalam keadaan tewas. Gerakan pelan di atas pangkuannya sukses mengalihkan perhatian Nik. Ternyata Theo tanpa sadar baru saja menendangnya dengan kedua kakinya, sementar kepala si pria kecil itu bergelung manja di pangkuan Sofia. Anaknya ini masih sangat mengantuk, berkat Sofia yang tiba-tiba saja membangunkan mereka. Lalu, entah mengapa dengan sikap misteriusnya mengajak dirinya dan Theo untuk keluar. Nik tentu saja pena

