“Lady Ionna!” Raphael yang tidak biasanya berteriak hari itu mengejutkan Ionna dan para pelayan kamar dengan baritonnya. Annie melompat dari balik punggung Raphael, menunjuk boneka beruang di pelukan pria itu dengan kedua tangan. Para pelayan kamar yang awalnya kesusahan membujuk Ionna makan saling berpandangan, lalu pergi begitu menyadari arti tatapan Annie. “Apakah Anda ingat ini?” tanya Annie bersemangat. Ionna memandang Raphael dan Annie bergantian. Bagaimana bisa ia melupakannya? Itu adalah boneka beruang yang ia dapatkan dari permainan memanah di pasar kota. Benda pertama yang Ionna dapatkan dengan jerih payahnya sendiri. Annie menarik Raphael yang membenamkan wajah di kepala beruang masuk. Pria itu malu setengah mati karena dipaksa menuruti permintaan Annie. Kini wajahnya semer

