Sekarang Evangeline tahu betapa memikatnya pesona Lady Ionna Laundrell. Kemunculannya dalam sekejap menjadi pusat perhatian. Patah-patah kata bersahutan. Memuji, mengagumi, dan mengagung-agungkan dua bersaudara Laundrell. Evangeline tersenyum masam saat matahari seolah hanya menyoroti Ionna. Ia telah mendengar peristiwa malam debutan dari berbagai mulut. Walau banyak orang yang menggunjingnya, eksitensi Ionna tetap menjadi ikon utama yang dinanti-nanti. Evangeline menyayangkan reaksi Lucian begitu gadis itu muncul. Bagaimana bisa tunangannya terpaku seakan gadis itu adalah satu-satunya objek di hall ini? Orang lain, pria lain di hall boleh saja terpana akan paras ayu Ionna, namun Evangeline tidak berharap tunangannya akan menunjukkan reaksi yang sama. Kelopak mata Evangeline berkedut m

