“Aku khawatir sekali saat senior mengirim surat dan berkata kau sakit. Kenapa kau seperti ini, Ionna?” Ionna tersenyum lirih saat Sebastian mengusap-usap punggung tangannya, meremasnya kuat seakan tak mau melepaskannya. Ia melirik Ansel yang mengintip melalui celah pintu. Sudah ia duga kakaknya akan memberitahu Sebastian cepat atau lambat. Bisa-bisanya pria itu membuat Sebastian sepanik ini! Jarak Duchy Magnolia ke ibu kota memang tidak terlalu jauh. Hanya butuh waktu satu setengah hari perjalanan kereta kuda dan satu hari dengan kecepatan kuda pacu. Sebastian ke mari tanpa beristirahat. Pagi, siang, dan malam pria itu terus berada di atas pelana. Ia bahkan tidak makan dan hanya berhenti sebentar untuk meminum seteguk air. Ionna mengasihani wajah lelah tunangannya. Pihak yang wajib disa

