Sesosok makhluk kasat mata tengah bergelung di kasurnya. Silaunya sang surya tidak membuatnya terusik tapi malah semakin mengeratkan selimut nya.
Hingga ada suara ketukan pintu yang sangat bar bar mengusik tidurnya
Tok tok tok tok
Tok tok tok tok
Tok tok
Mau tidak mau Rey pun bangkit dari tidurnya, tanpa membuka pintu pun Rey sudah tau siapa yang mengetuk pintunya
Cklek
"Hoamm! Ngapain sih? Masih pagi buta juga" Ucap Rey kesal pada tiga anak onta yang tadi mengetuk pintunya
"Ck! Abang Rey, ini udah jam 9" Ucap Rafa
"baru bangun, mana bau jigong lagi" Celetuk Regan yang langsung nyelonong masuk kamar Rey diikuti Vano dan Rafa
"Lo ngapain kesini?" Tanya Rey sambil melangkah mendekati sahabatnya yang sedang duduk di pinggir kasurnya
"Mendingan lo mandi dulu dah" Ucap Vano lalu melemparkan handuk
"Iye iye" Jawab Rey lalu masuk ke kamar mandi yang ada di kamar itu
Setelah menyelesaikan mandinya, Rey keluar kamar mandi dengan menggunakan jeans selututnya dan kaos hitam polos melekat di tubuhnya
Ketika Rey keluar kamar mandi, ia dikejutkan penampakan tiga onta sedang tidur dengan posisi Rafa memeluk Regan dan Vano tidur di bawah kaki Regan
"Ck! Kesini cuma numpang tidur. Kerjain ah" Gumam Rey
Rey melangkah mendekati Regan menepuk lengannya pelan
"Re, Regann" Panggil Rey pelan sambil menepuk dan mengguncang lengan Regan
"Ap--" Belum menyelesaikan ucapannya, Regan melirik tangan yang melingkar di pinggangnya
"HUAAAAA-ANJINGGG" Umpat Regan lalu menghempas kan tangan Rafa hingga Rafa jatuh dari kasur, kaki Regan pun tak sengaja menendang kepala Vano yang ada di bawahnya hingga Vano pun jatuh dari kasur
"Awws" Ringis Rafa dan Vano bersamaan
"Anjing" Umpat Rafa sambil mengelus pantatnya yang baru saja mencium lantai
"Babi lo" Umpat Vano sambil mengelus p****t dan kepalanya yang terasa nyeri
Regan menantap cengo Rafa dan Vano bergantian yang sedang mengumpatinya. Regan pun melirik kearah Rey yang sedang tertawa terbahak bahak di sofa sudut ruangan
"Pfffft bhaks hahahah"
"Baguskan rencana gue, kalo di video bakalan viral dah" Ucap Rey di sela tawanya
Merasa di kerjai Regan pun merubah mimik wajahnya dari cengo menjadi datar seperti biasa "Anjing!" Umpatnya
"Ih abang Rey jahat, p****t aku jadi sakit" Adu Rafa dengan manja nya yang di balas gidikan ngeri oleh Rey
"Anjing lo Rey, p****t gue sakit mana pala gue kena tendangan maut si Regan" Ucap Vano kesal
"Bagus tu jadi judul sinetron 'Tendangan maut si Regan' ntar gue jadi sutradara nya" Celetuk Rey
"Anjing!?!" Umpat Regan, Rafa, dan Vano bersamaan
"Gak kucing aja gitu?" Tanya Rey polos
"Oh iya? Kucing lo" Umpat Rafa
"g****k" Umpat Vano sambil menonyor kepala Rafa
"Karna lo udah ngerjain kita, maka lo akan dapet balasannya" Ucap Regan yang daritadi hanya menyimak perdebatan sahabatnya
"Apaan? Gue gak takut tuhh" Ucap Rey meremehkan
"Raf, Van" Panggil Regan, Rafa dan Vano pun sudah mengerti. Rafa mengambil koleksi komik Rey dari laci meja dan Vano mengambil korek api dari sakunya
Rafa memegang komik Rey dan Vano menghidupkan korek api yang di genggamannya. Rafa, Vano, dan Regan tersenyum miring
Vano melangkah mendekati Rafa dengan korek api menyala di genggamannya, sementara Rey menatap dengan harap harap cemas
Tinggal 5langkah lagi....4langkah......3langkah.....
"Oke oke lo mau apa" Ucap Rey pasrah
Regan, Rafa, dan Vano mengubah senyuman miring menjadi senyuman lebar
"Kita mau....." Regan menggantungkan ucapannya
"PERGI KE TAMAN!?!" pekik Rafa menyambung ucapan Regan
"Itu sih maunya lo" Ucap Vano sambil menonyor kepala Rafa
"iya emang, enak tau es krim yang mangkal di taman" jawab Rafa sambil mengusap kepalanya
"bodoamat, harusnya minta yang mahalam dikit biar sekalian porotin duit Rey" sahut Vano
"Yaudah sih ayoo" Ucap Rafa lalu mengampit tangan Rey dan Regan meninggalkan Vano. Rey dan Regan pun hanya pasrah
"WOY TUNGGUIN ELAH" Teriak Vano
*******
Sementara di lain tempat, tepatnya rumah keluarga Wiratama ada seorang gadis yang mengetuk bahkan menggedor pintu kamar kakak laki lakinya
Tok tok tok tok
"BANGKE!"
"BANG KEO!?!?" Teriak gadis itu sambil terus mengetuk pintu hingga...
Cklek
"hoam, Apaan sih Key, pagi pagi udah teriak teriak aja" Cibir Keo sambil menguap lebar
"ish bau napas lo" ucap Key yang sekarang mentutup hidungnya
"hoam, bau apaan? orang wangi gini kok" ucap Keo sembari kembali menguap lebar bahkan sampai mendekatkan wajahnya pada wajah Key. sontak Key pun mendorong bahu Keo
"mulut lu bau ajab sumpah" cibir Key sembari mengibaskan telapak tangannya di depan hidung
"mulutnya kek ga pernah sekolah aja" sinis Keo "lu kesini kalo cuma ngajak ribut pergi aja deh, gue masih ngantuk"
"Ih, bang maen yuk" Ajak Key
"Kemana elah? Masih pagi juga" Tanya Keo
"Taman" Jawab Key
"Ngapain? Gak ah" Tolak Keo
"Ih ayolah bang!! Ya? Ya?" Rayu Key dengan puppy eyes-nya
"Yaudah iya, mukannya jangan gitu bikin eneg" Ejek Keo sementara Key menjadi cemberut
"Dih, malah gitu mukanya bikin mules tau" Ejek Keo lalu menutup pintu kamarnya karena ia tau setelah ini akan ada suara menggelegar
"BANG KEOOOOO!?!?" Benar saja dugaan Keo ada suara menggelegar dari mulut adiknya_-Key
"JADI KE TAMAN KAN? SIAP SIAP SONO, GUE MANDI DULU" Teriak Keo dari kamarnya sementara Key hanya mendengus kesal
"KEO, KEY JANGAN TERIAK TERIAK" Teriak Dara dari dapur
"IYA MAH!?!" Balas Keo dan Key bersamaan dengan berteriak juga
"Lama lama ni rumah jadi hutan dah" Ucap Andrew_-papa Key dan Keo yang sedang menuruni tangga
"APA!?!" Teriak Dara, Key, dan Keo bersamaan Keo pun dari tadi sudah membuka kembali pintu kamarnya
"Dihh" Cibir Andrew sambil mengelus dadanya lalu duduk di meja makan
Dara melanjutkan masaknya, Keo kembali masuk ke kamar dan segera mandi, dan Key kembali ke kamarnya untuk berganti baju
Key menggunakan dress peach simple selutut nya dan rambutnya ia biarkan tergerai. Setelah mengoleskan sedikit bedak dan lipgloss Key keluar kamar tak lupa ia memakai sling bag putih nya
Key keluar kamar bertepatan dengan Keo juga keluar kamar. Keo memakai jeans selututnya dan kaos hitam polos yang dilapisi jaket bomber maroon rambutnya ia di biarkan berantakan yang menghasilkan kesan ehm--ganteng jika bukan kakaknya mungkin akan di gebet Key
"Iya gue tau gue ganteng, tapi gak gitu juga liatinnya" Ucap Keo narsis membuat Key tersadar dari lamunannya
"Dihh, kaya tukang ojek dibilang ganteng" Cibir Key
"Orang kaya Manurios di bilang tukang ojek" Ucap Keo tak terima
"Udah ah, jadi gak nihh" Sambung Keo ketika melihat mulut Key terbuka hendak mengeluarkan protesan lagi
"Yaudah ayo" Ajak Key
"Sekalian Betha diajak" ucap Keo
"Iya udah, noh udah siap" ucap Key sambil menunjuk anak kecil dengan dress peach kecil. Dress nya sama kaya Key tapi ukurannya lebih kecil
"Lo samain bajunya?" Tanya Keo
"Iyalah. Harusnya lo juga pake" ucap Key asal
"Bege" ucap Keo sambil menonyor kepala Key
"ish apaan sih" gerutu Key sambil mengusap kepalanya
"ngambek nih ngambek" ejek Keo lalu menggandeng tangan Bertha keluar rumah "KEY JADI ENGGA? GUE TINGGAL INI"
"TUNGGUIN BEGE"