BAB 22 | Dilema

1163 Kata

"Aku berperang dengan hati dan pikiranku. Disaat hatiku mengatakan memaafkanmu, maka, pikiranku mengatakan untuk tidak memaafkanmu."—Andhara Kirana Mahestri. *** Aksa memandang foto baby Arsa di ponselnya. Ketika Aksa menginjak usia satu bulan, Aksa mengambil potret baby Arsa yang menurut Aksa sangat lucu. Aksa sangat merindukan baby Arsa. Beberapa minggu terakhir, Aksa tidak pernah bertemu dengan Andhara dan baby Arsa lagi. Karena, Aksa ingin mengejar ketertinggalan mata kuliah yang Aksa lewati, sejak Aksa diterpa masalah. Selain itu, Aksa ingin memberikan waktu bagi Andhara untuk menenangkan diri. Sedangkan Ana, masih tidak ingin ditemui oleh Aksa. Hal ini, cukup membuat Aksa meradang. Belum lagi, sikap orang tua Aksa yang menjadi dingin padanya. Terutama, Papa Ardian. Aksa menghela na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN