BAB 33 | Hukuman

1123 Kata

"Dewasa itu bukan dilihat dari sikap dan perbuatan. Melainkan, tanggung jawab."—Andhara Kirana Mahestri. *** Matahari telah berganti tugas dengan rembulan. Suara siur angin melambai kencang. Sejak siang, Aksa tak ingin beranjak dari duduknya di pinggir pantai. Aksa masih mengingat kejadian saat Ana bertunangan dengan Marsel tanpa sepengetahuannya. Aksa tertawa getir. Seseorang ikut mengambil tempat di samping Aksa, ikut memandang lurus ke depan. "Aku tahu, kamu pasti di sini." Dari aroma parfum, Aksa sudah bisa mengenali seseorang yang ikut bergabung bersamanya. "Pergi," usir Aksa datar tanpa ekspresi. "Aksa, Ana—" Aksa menatap nyalang," gue bilang pergi, ya pergi!" Mata Ana berkaca-kaca. Aksa kembali menatap lurus ke depan. Sejujurnya, Aksa tidak tahu mengapa sulit mengendalikan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN