"Pergilah rasa, bersama asa."— Andhara Kirana Mahestri. *** Sejak kunjungan terakhir Aksa ke rumah Andhara, Aksa tidak pernah lagi bertemu dengan Andhara mau pun baby Arsa. Aksa mengejar ketertinggalan berkas persyaratan jika nilai UAS-nya ingin keluar. Aksa berdecak kesal. Rasa lelah menggunung, ketika Aksa harus mengurus berkas-berkas yang tidak lengkap. Sudah satu minggu, Aksa mengurus kelengkapan berkasnya. Namun, Aksa baru bisa bernapa lega ketika akhirnya berkas terakhir Aksa lengkapi. Aksa lelah. Pikiran dan hatinya sangat lelah. Aksa berharap, nilai UAS kali ini memuaskan. Jika tidak, Aksa tidak akan bisa hidup tenang. Karena orang tua Aksa sudah mewanti-wanti Aksa. Aksa menelungkupkan wajah di meja kantin kampus. Wahyu menghampiri Aksa. "Lemes amat lo, Bro!" Tepukan dipunda

