"Dasar b*jingan! Apa yang kau lakukan pada istriku?" . "Istri? Sebentar lagi kami akan menghabiskan malam bersama dan kau masih mampu menyebutnya sebagai istri? Kami hanya ingin bermain-main sebentar denganmu. Elif yang memberi ide seperti itu." Kebohongan Darius membuat air mata Elif semakin mengucur deras. Beruntung, wanita itu berhasil membuat cengkraman Darius terlepas dari dagunya. "Tidak, Mas! Jangan percaya! Itu tidak benar. Tolong aku, Mas. Kumohon to ...." PLAK. Tamparan keras Darius membuat Elif tersungkur ke lantai. Sudut bibirnya, mengeluarkan darah. "Jangan berani-berani menyakiti istriku b*jingan!" bentak Ammar di seberang sana setelah mendengar dengan jelas dan menyimpulkan apa yang baru saja terjadi. Tut. Setelah memutuskan panggilan sepihak. Darius melempar

