Bab 15 Alzam yang Aneh

1164 Kata

"Kak Alzam mau pesan apa?" Elif kembali membuka suara setelah beberapa saat keduanya terjebak dalam hening. Mencoba bersikap santai seperti biasa, meski terasa sulit. Tak terkecuali Alzam, yang intens menatap Elif dari ujung rambut sampai ujung kaki. Hati kecil wanita itu sibuk bertanya, apakah Alzam punya maksud tertentu atau hanya kebetulan saja. "Red Velvet Latte dan ...." "Ada lagi?" Elif memotong ucapan laki-laki yang terlihat sedang kebingungan itu. "Dan kamu. Ya, aku ingin bicara ...." "Tapi, aku tidak bisa. Aku sedang bekerja ...." "Tidak lebih dari sepuluh menit. Atau biarkan aku yang meminta izin pada managermu," tawar Alzam serius. Elif tidak punya alasan lagi untuk menghindar. "Baiklah. Biar kusiapkan pesanannya dulu," jawab wanita itu lesu, kemudian berlalu dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN