Suasana ruang makan hening seketika setelah Helen meluapkan isi hatinya. Gabby menunduk dan tidak bisa mengatakan apapun pada ibunya. Dia tahu akan menghadapi saat seperti ini, akan tetapi dia sama sekali tidak siap ketika semuanya terjadi. Pikirannya buntu seketika, dan lidahnya terasa kelu, tidak mampu mengatakan apa-apa. Helen yang kesal, semakin emosi melihat Gabby hanya diam dan tidak menjawab pertanyaannya. “By, jawab Mama! Kenapa kamu diem aja?!” Perlahan, Gabby mengangkat wajah dan menatap ibunya yang sedang memandang tajam ke arahnya. “Mama mau jawaban jujur? Jawaban Gabby iya,” sahutnya dengan berani. “Gabby nggak peduli dengan keadaan mamanya Levin yang kayak gitu. Gabby juga nggak masalah kalopun nantinya harus bantu urus dan jagain Tante Melia. Kenapa? Karena Gabby cinta sam

