Pukul delapan pagi Ana masih tidur dengan pulas. Sejak tadi Kamila membangunkannya namun tak ada reaksi apapun. Ana tetap sulit untuk dibangunkan. Gadis itu sepertinya kelelahan. Ia tidur bersama kedua orang tuanya di kamar hotel. "Inces, bangun udah siang! " Andy menggoyangkan tangan putrinya yang tengah tidur memeluk guling. Akhirya ia yang turun tangan karena sang istri telah gagal. "Masih ngantuk Yah." Ana malah menarik selimutnya dan tetap tidur dengan posisi nyaman. Matanya benar-benar rapat. "Kita mau ke rumah Opa dulu setelah itu ke rumah sakit jenguk Mami Rosa. Kamu mau ikut ga?"Andy memberitahukan rencana mereka hari ini. Keluarga Ana itu memang sibuk karena setelah kunjungan ke rumah sakit mereka pun akan menemui Wedding Organizer yang menangani pernikahan Lucky dan Tri nan

