Bab 103

1716 Kata

Adam tampak lelah dan bosan. Ia ingin segera meninggalkan acara itu. Ia tak terbiasa dengan suasana ramai seperti ini. Sejak tadi ia lebih sering mojok dan mengasingkan diri bersama Ana dan kedua orang tua gadis itu. Mereka seperti sedang dobble date. "Abang, mau pulang sekarang saja ya." Adam menyampaikan niatnya kepada Ana. Suasana di dalam sudah mulai sepi, karena satu demi satu para tamu sudah meninggalkan tempat pesta. "Kok buru-buru sih." Ana masih ingin bersamanya. Lagipula ini baru jam setengah sebelas malam. Belum terlalu larut menurutnya. "Ada urusan kios yang harus diselesaikan." Adam beralasan. Ia tak bohong. Jam dua pagi, ia harus ke pasar membantu Mamat untuk menerima kiriman barang. "Ya udah aku antar sampai depan ya!" Ana memberikan tawarannya. "Yah, Bund, Bang Adam m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN