"Ini ga berlebihan. Lagipula apartemen itu tidak ada yang mengisi. Mau saya jual sayang karena terlalu banyak kenangan di sana, bisa dibilang itu merupakan rumah pertama saya. Disewakan juga belum laku dan saya ga sembarang menyewakannya. Tidak ada salahnya jika ditempati oleh kamu. Saya yakin kamu sedang butuh tempat tinggal." Lucky berkata seraya menatap ke arah Adam yang duduk di hadapannya. Pemuda tampan itu tak menyangka jika undangan makan siang yang diterimanya adalah untuk membahas urusan tempat tinggal. Lucky ingin menyedekahkan sebagian properti yang dimilikinya dengan menyewakan kepada Adam secara cuma-cuma. Ana banyak bercerita tentang Adam yang tidak betah di tempat baru. Lucky telah memiliki rumah bukan hanya satu namun ada beberapa, bahkan ada yang di liar kota dan tak

