Hari ini Tri tak membawa motor. Lagi-lagi motornya harus masuk bengkel. Rencananya ia mau pulang naik ojol. Kebetulan Lucky tak datang ke toko. Tiga hari belakangan ini jadwal ke tokonya hanya sebentar saja. Katanya ia sibuk mengurus Leo karena ART yang biasa mengasuhnya sedang pulang kampung. Sampai sore ini, ia bahkan tak datang. Hanya sekali berkirim kabar. Berulang kali Tri bolak balik ke lantai atas berharap ada kejutan. Kini ia berada di parkiran menunggu pesanan ojolnya datang. Hari ini berjalan begitu hampa. Kehadiran sosok Lucky benar-benar mempengaruhi kinerjanya di dapur. Setiap saat ia selalu merindukan kekasihnya. "Hai Tri, pulang bareng aku saja ya." Tiba-tiba saja Lucky sudah muncul di hadapannya. Entah datang darimana yang jelas ia seperti hantu. Begitu mendengar suara

