Bab 108

1272 Kata

Sejak kejadian beberapa hari lalu saat ia diusir Tama dari rumahnya itu, Tri tak ingin lagi mengurusi masalah kakaknya. Apapun yang terjadi ia tak akan lagi peduli. Biarkan saja sang kakak yang merasakan sendiri semuanya. Ia terlalu mencintai istrinya sehingga menutup mata dan telinga apa pun tentang prilaku buruk sang istri. Ia malah menyalahkan Tri dan menuduhnya hendak merusak rumah tangga mereka. Kini Tri memutuskan fokus mengurus persiapan pernikahannya saja daripada buang-buang tenaga dan pikiran untuk orang yang tak mau mendengarkan dirinya. Ia malah jadi terluka. Rasa kesal kepada kakak tertuanya itu semakin menjadi. Ia hanya bisa berdoa agar Tama segera dibukakan pintu hatinya dan Allah menunjukkan seperti apa kelakuan istri yang selalu dipuja dan dibanggakannya itu. "Neng, ikut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN