Bab 82

1183 Kata

Tri tengah berada di ruangan Lucky. Setiap pagi ia selalu mampir ke sana untuk membuatkan kopi. Lucky selalu minta Tri yang menghidangkannya sebab aroma dan cita rasa kopi buatan Tri sangat nikmat tak kalah dengan racikan para barista. "Sayang, nanti saat jam makan siang kamu ke ruanganku ya." Mas Duren kesayangan Tri itu memberikan perintahnya. Mereka hampir tak pernah melewatkan makan siang bersama bila Lucky kebetulan ada di tokonya. Lucky pun semakin berani memanggil Tri dengan sebutan sayang. Awalnya terdengar menggelikan bagi Tri, namun lama-lama menjadi biasa dan Tri suka. "Siap Mas Bos!" Tri mengangkat tangan kanannya memberi hormat. Ia tak mungkin memberikan penolakan apalagi pria duda itu selalu memberikan makanan yang enak-enak. Sepertinya berat badan Tri bertambah karena c

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN