Happy Reading...
Jika menemukan TYPO tolong di komen ya. Biar author tahu di mana letak ke tidak nyamanannya. Sekian terima gaji. Wkwkw
******
Sejak tadi Dea tidak bisa tidur karena Dimas yang memeluk erat dirinya dari belakang. Pria itu bahkan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Dea. Dengan pelan Dea menyingkirkan tangan Dimas dari pinggangnya, Namun tidak bisa malahan pria itu mengeratkan kembali pelukannya.
"Tidurlah, besok kita akan sekolah." Bisik Dimas di telinga Dea. Dan hal itu membuat bulu kuduk Dea meremang.
Dengan pasrah akhirnya Dea menutup matanya. Walapun dihatinya masih tersimpan ketakutan. Jika sewaktu-waktu Dimas bisa berbuat aneh kepadanya.
Sedangkan Dimas, pria itu tersenyum dalam tidurnya. Sungguh ini adalah tidur pertama yang nyenyak untuknya.
******
Bunyi alarm dari ponsel Dea, membuat gadis itu terbangun dari tidurnya. Ia melihat jam di ponselnya, ternyata sudah menunjukkan pukul empat pagi. Dengan perlahan Dea menyingkirkan tangan Dimas. Untung saja pria itu tidur dengan nyenyak dan tidak terusik dengan Dea.
Dea mencepol rambutnya dengan asal. Gadis itu membasuh wajahnya terlebih dahulu lalu ia menuju dapurnya.
Dengan perlahan Dea memulai menyiapkan bahan memasak nya, hari ini ia akan membuat nasi goreng dengan telor ceplok.
Hanya butuh beberapa menit saja akhirnya nasi goreng buatan Dea selesai juga. Dea menyimpannya di atas meja lalu setelah itu ia menuju kamarnya kembali.
Dea melihat ke arah Dimas yang masih tidur dengan pulasnya. Dea mengambil handuk miliknya lalu setelah itu ia kembali keluar dari kamar untuk menuju ke kamar mandi yang ada di luar kosannya.
Selesai mandi dan menggunakan seragamnya. Dea membangunkan Dimas. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul lima pagi.
"Dimas." Panggil Dea pelan sambil menepuk pipi pria tersebut dengan lembut. "Hey ayo bangun, kita sarapan bersama." Lanjut Dea setelah melihat mata Dimas yang dengan perlahan terbuka.
"Sayang." Panggil Dimas yang masih belum sepenuhnya sadar.
"Iya."
"Morning kiss." Tunjuk Dimas ke arah bibir nya. Pernyataan Dimas membuat pipi Dea memerah. Untung saja pria itu tidak melihatnya.
"Tidak mau! Ayo kita sarapan bersama." Tolak Dea lalu gadis itu menarik tangan Dimas agar bisa mengikutinya.
"Sayang Morning Kiss." Paksa Dimas dan setelah itu Dimas mencium bibir Dea dengan lembut. Posisi mereka saat ini sangat dekat, Dea duduk di pangkuan Dimas sedangkan Dimas memeluk pinggang Dea dengan erat.
"Mmmptt---Di ... Dimas." Panggil Dea dengan terbata-bata. Lalu setelah itu Dimas melepaskan ciuman mereka.
"Ayo kita sarapan, lalu kau ikut dengan ku ke rumah." Kata Dimas sambil duduk di kursi meja makan..
"Mau ngapain ke rumah kamu?" Tanya Dea sambil menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya.
"Tentu saja mengganti baju ku sayang, tidak mungkin aku ke sekolah menggunakan ini." Tunjuk Dimas kepada pakaian yang ia gunakan sekarang. Ia menggunakan celana jeans yang robek di bagian lutut dan di padukan dengan baju hitam polos nya.
Dea hanya menganggukan kepalanya saja. Lalu selesai makan mereka keluar dari kosan Dea. Untung saja para tetangga belum bangun, jika tidak maka habislah Dea. Gosipan ibu-ibu di kompleknya sungguh sangat pedas dari pada cabe rawit.
Dimas membuka pintu mobil untuk Dea, setelah itu ia menutupnya dan berlari pelan menuju pintu kemudi.
Sebelum menancapkan gas mobilnya Dimas terlebih mencuri satu kecupan di bibir Dea.
"Aish ... Jangan menciumku." Kata Dea jengkel.
"Kenapa tidak boleh?! Apa kau memiliki pria lain?" Tanya Dimas. Sifat posesif nya mulai muncul ke permukaan.
Dea tidak menjawab ia hanya membuang muka ke arah jendela saja. Sangat sulit untuk lepas dari si m***m Dimas ini. Sungguh rasanya Dea tidak kuat lagi jika berlama-lama bersama Dimas.
Dimas menggengam tangan Dea dengan lembut. Lalu ia membawa tangan mulus itu ke arah bibir nya.
"Aku akan memperkenalkan mu dengan Mamah dan Papah." Ucap Dimas. Membuat Dea terkejut sekaligus gugup.
"Tidak-- Eh maksud ku kenapa cepat sekali." Kata Dea mengoreksi ucapannya ketika melihat rahang Dimas yang mengeras.
"Tidak apa sayang, aku tidak ingin nanti kau tidak bisa mengenali ibu mertuamu sendiri." Jelas Dimas.
"Kapan-kapan aku akan mengunjungi orang tua mu ke kalimantan." Lanjut Dimas.
******
Si m***m Dimas Comeback :)
Terima kasih telah membaca cerita ku ini :)
Jangan lupa vote dan komen ya guys :)
Jangan lupa Follow akun w*****d Author ya :)
@taslv_ ini akun i********: Author, jika ingin berteman di Follow aja nanti di follback. Tapi harus Dm ya :)