Mendengar perkataan Nikolas, Rosalin pun membuka sedikit bibirnya dengan bola mata yang membeliak. "Sialan, lo!" ketusnya. "Ya harusnya kamu sudah siap, kalau hal seperti ini akan terjadi. Kita kan tinggal sekamar harusnya kamu lebih berhati-hati." Nikolas hanya tersenyum tipis seraya mendekat pada Rosalin yang kini sudah menurunkan kedua tangannya. Melihat Nikolas mendekat, Rosalin mengacungkan telunjuknya. "Mau apa lo, hah?!" sentaknya galak. Nikolas mengerutkan kening melihat Rosalin yang selalu waspada. "Ya saya mau mandilah, kamu menghalangi jalan saya, minggir sana!" usirnya seraya menggeser tubuh Rosalin agar menyingkir dari depan pintu. Nikolas segera membuka pintu dan masuk. Pria itu menghela napas lega setelah menutup pintu kamar mandi. "Huft! Ya ampun, kenapa jantung saya ja

