Alya sepertinya tahu akan perubahan ekspresi wajah putranya. "Niko sudah memilih semuanya, hanya satu lagi yang paling penting. Kalian besok harus fitting baju pengantin." Rosalin terdiam seraya melirik pada Nikolas, pria itu dengan nada lemah lembut berkata, "Saya ikut apa kata Mamah saja, kalau begitu saya permisi dulu, mari Tante," pamit Nikolas, ia segera berdiri dan berjalan dengan gemulai menaiki anak tangga. Semua orang hanya memandangnya pergi hingga pria itu menghilang di balik dinding dan akhirnya dia bisa menghela napas lega juga. "Huft!" Nikolas berjalan normal saat dirasa sudah tidak terlihat lagi oleh orang yang ada di lantai bawah. Pria itu segera masuk ke dalam kamarnya dan mendudukkan dirinya di sofa, Nikolas terus saja menghela napas berat. Bisa-bisanya dia memilih ko

