Malu-malu

1665 Kata

Nikolas menutup mata dan mengikatkan dasi warna hitam melingkari kepalanya, Rosalin memberi izin untuknya memijat pinggang asal tidak boleh lihat, tapi boleh pegang. Gimana sih, Lin! "Sudah, sekarang buka saja bajunya," titah Nikolas. Pria itu ingin rasanya tersenyum, tapi ia coba tahan-tahan. Rosalin menatap Nikolas benar-benar menutup matanya, dengan ragu melepaskan gaunnya perlahan. "Sumpah, gue geli banget bayanginnya, tapi ... kaga ada pilihan lain. Duh, deg-degan lagi," batin Rosalin,.merasa sangat gugup. Tidak jauh beda dengan Rosalin, jantung Nikolas juga tidak kalah jedak-jeduk saat ini. Dapat menyentuh bagian tubuh istrinya yang cukup privasi. "Sudah belum?" tanyanya seraya mengulum senyum. "Bentar, kaga sabaran amat! Gue tengkureb apa gimana?" tanya Rosalin yang saat ini su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN