Cetlek! Cetlek! Rosalin masuk ke ruang perpustakaan dan mengunci pintunya. Gadis itu menyandarkan punggungnya dengan napas yang ngos-ngosan. "Gila, itu itu tadi-- hii!" Rosalin bergidik ngeri membayangkan isi dari celana Nikolas yang menggelembung tadi jika saja dibuka. Gadis itu melangkah menuju sofa di ruangan itu dan duduk dengan shock. "Kok bisa ya, kan katanya dia kaga doyan cewek, lah itu bisa gitu," gumam Rosalin merasa bingung. "Oh, jangan-jangan gara-gara jamu yang diberikan mamah." Rosalin kemudian berdiri dan mondar-mandir seraya bertolak pinggang. "Iya, pasti gara-gara itu deh. Wah, bahaya untung gue tadi punya alesan buat nolak, kalau kaga-- ih! Gue kaga bisa bayangkan malam ini bakal jadi apa." Tok! Tok! Tok! "Hah!" Rosalin tersentak saat mendengar pintu diketuk. "Lin!

