"Makan dulu," titah Nikolas seraya duduk di samping Rosalin yang masih duduk termangu di depan TV yang menyala, tapi entah pikiran gadis itu ada di mana, sampai Nikolas harus menyentuh punggung tangan gadis itu, baru Rosalin tersadar dari lamunannya. "Hmm," gumam Rosalin seraya menoleh pada Nikolas yang duduk di sampingnya dengan piring isi makanan di tangannya. "Makan dulu, kamu belum makan malam, jadi saya bawakan makan malam ini ke kamar," kata Nikolas mengulang dan memperjelas perkataan. Rosalin benar-benar merasa tidak enak hati, Nikolas terlalu baik padanya. Mau mengurusi dirinya sampai seperti ini. Padahal dia siapa dan Nikolas siapa, harusnya dialah yang lebih memperhatikan Nikolas yang posisinya di sini lebih tinggi dibanding dirinya. "Ya ampun, Nik. Kenapa lo repot-repot gini

