Tak seberapa lama Levin membelokkan kendaraannya ke satu gang sebuah perumahan kalangan menengah ke bawah. Pria itu memarkir kendaraannya di satu rumah sederhana yang kanan kirinya diapit oleh rumah tetangga, Levin masuk ke dalam rumah dan menemui seseorang di dalam. "Assallamuallaikum, Bu." Levin mencium punggung tangan seorang wanita paruh baya itu. "Waallaikumsalam, Lev. Dari mana, Nak?" tanya Sulastri, ibunya. "Nyari kerja, Bu. Tapi, ya gitu belom dapet lowongan." Levin duduk di kursi meja makan dekat ibunya yang sedang membungkus kue basah. "Yang sabar saja, Lev. Nanti Insya Allah pasti dapet." Sulastri tersenyum lembut dan masih fokus pada pekerjaannya. "Iya, Bu. Amin," sahut Levin. "Terus gimana hubuganmu sama nak Rosalin?" tanya Sulastri lagi, karena Rosalin beberapa kali da

