Bab 23 Sungguh Tersiksa

943 Kata

Empat hari sudah Noctis mengambil cuti dan merawat istrinya dirumah, Stella masih sama dengan pendirian dan kekeras kepalaannya. Noctis terus berusaha bersabar menghadapi kemarahan istrinya, pria tampan itu tetap perhatian dan mencurahkan segala kasih sayangnya pada Stella dan calon anak mereka meskipun sang istri selalu mengabaikan dirinya. Sakit memang diabaikan dan tak dianggap, ia merasa jika kemarahan Stella sudah sangat keterlaluan, namun kembali lagi, Noctis tak bisa berbuat keras kepada istrinya karena takut jika Stella akan semakin marah dan kecewa kepadanya. "Ini susunya, sudah aku ganti dengan rasa cokelat. Satu jam lagi minum vitaminnya." Ujar Noctis penuh perhatian sembari meletakkan nampan diatas laci. "Hm." Stella pun hanya mengangguk tanpa mengucapkan sepatah kata apapu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN