Setelah memeriksa keadaan Agata, terlihat Wizard Berta yang mengembuskan napas berat. Alice yang melihat hal tersebut pun menjadi bertambah khawatir dan semakin berpikiran buruk mengenai keadaan sang putri. “Bagaimana, Wizard? Apa yang terjadi kepadanya?” tanya Kennard. “Keadaannya sangatlah buruk, Raja. Sepertinya jiwa sang putri saat ini berada di suatu tempat yang hanya bisa dia yang jangkau. Dan itu berada di dalam pikirannya. Untuk itulah ia sulit untuk dibangunkan,” terang wizard tersebut. “Lalu, bagaimana dengan luka-luka di tangannya?” tanya Alice. “Jika boleh jujur, saya sudah menemukan jawaban atas semua ini, Ratu. Tapi, sepertinya saya harus bicara dengan Raja saja saat ini,” kata sang wizard. “Kenapa harus dengan Raja saja? Aku adalah ibu dari Agata. Aku berhak tau apa

