Tiga Puluh Tiga

1678 Kata

Abdala datang. Meskipun tahu namanya, baru kali ini aku bertemu dia. Abdala adalah pria berkulit putih, dengan tubuh kecil dan muka imut - imut. "Saya mau minta bantuan kamu. Kamu tahu kan Elang kecelakaan?" Dia mengangguk, aku tahu dia gugup. "Relaks aja, bantuan ringan kok sesuai dengan kemampuan kamu. Elang percaya kalau kamu cukup ahli dengan bidang kamu di perintilan IT kan?" "Iya, Bu." "Nah," aku menyerahkan plastik berisi simcard dan micro sd Elang juga sisa - sisa ponselnya yang enggak terselamatkan. "Saya tahu, semua catatan pesan bisa dilihat dari dua kartu itu. Bisa minta tolong buka itu semua untuk saya?" Abdala diam, "sudah coba ke provider, Bu?" Aku berdecak enggak sabar, jujur saja, mulutku rasanya gimana gitu, bawaannya pengen muntah terus. Pertanyaan Abdala menambah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN