Aku mendengar suara langkah samar menuju tempatku dan Kim berada dan langsung bersikap waspada. Kim, masih belum pulih dari lukanya, dan aku juga sangat membutuhkan darah untuk bisa bertahan lebih lama. Karena membagi darah dengan Kimberly, tubuhku menjadi sangat lelah dan staminaku berkurang drastis. Jika ini mahluk mutan itu yang datang, aku tidak yakin bisa menghadapinya sendiri. “Kimberly?” dia melihat Kimberly dengan mata terbelalak. “kau melukai temanku…” dia sangat marah melihat Kimberly dengan keadaan yang seperti itu. Lelaki itu mengarahkan pistolnya padaku. “takkan kubiarkan kau mendekatinya” aku menatap marah pada lelaki yang berdiri tak jauh di depanku. Tiba-tiba saja sebuah pintu terbang hampir mengenai kami. Tampaknya seseorang baru saja melempar pintu tersebut dengan seng

