Aku menatap tajam pada laki-laki yang paling tidak kusukai di dunia ini, sedangkan dia hanya menatapku dengan senyuman nakalnya. Kutebak dia sedang memikirkan ide busuk untuk membullyku lagi. Aku sudah bukan yang seperti dulu yang hanya diam saja, aku akan memberikan balasan jika dia berani mengerjaiku lagi kali ini. "jadi apa kau sudah setuju untuk bekerja sama Kimberly? aku akan menyiapkan surat kontrak dan pembayarannya dengan segera" "aku mengajukan satu syarat, jika kau tidak bisa memenuhinya maka jangan memaksaku lagi. Aku tidak mau satu set dengan orang ini dan aku menolak beradegan apapun dengannya" Marcell tertawa pelan. "kupikir kau cukup profesional dalam bekerja, ternyata kau masih menyimpan dendam pada masa lalu kita. Padahal sekarang aku sudah tidak bisa melakukan apapun

