Gaga???

1137 Kata

    Aku terus memandangi sebuah cincin yang mulai melingkar di jari tengah tangan kananku sejak setengah jam yang lalu. Cincin emas putih simpel yang dihiasi dengan batu berwarna biru ditengahnya yang diapit oleh dua batu permata berwarna putih yang berukuran lebih kecil dari yang berwarna biru. Kupandangi cincin itu sambil terus berusaha meyakinkan diriku kalau ini adalah kenyataan. Entah berapa lama waktu yang kuhabiskan di toilet bioskop, hingga kurasa beberapa mbak - mbak yang ada ditoilet memperhatikanku. Ya Allah rasanya aku gugup kalau harus bertemu Galih sekarang. Ini pertama kalinya aku di dera rasa gugup, malu, terharu, senang, pokoknya nano-nano rasanya. Bahkan saat di ajak berkomitmen oleh Galih tidak semengerikan ini rasanya.     Setelah memantapkan diri kuputuskan untuk kel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN