Numa Paham

1100 Kata

    Pagi-pagi ehh gak pagi-pagi banget nding. Sekitaran jam sembilan aku dijemput oleh Mamas Galih ke rumah. Dia sempat menolak waktu ditawari sarapan soto oleh Mama, karena pasti Galih akan repot sendiri mendinginkan kuah sotonya. Akhirnya kugorengkan telur dadar untuknya. Tidak lupa kutambahkan udang bumbu pedas dan kerupuk sebagai lauk tambahannya. Dan segelas teh tawar hangat untuknya. Sudah macam istri idaman belum aku? Tapiii, yang membuat aku kaget adalah setelah sarapan si Galih malah asyik ngobrol sama Mas Ilham dan juga Rizal. Ck!     "Masih belum selesai?"     "Astaghfirullah! Mama ngagetin aja. Untung piringnya gak pecah." beneran aku gak sadar kalau ada Mama didapur. "Makanya nyuci piring jangan ngalamun. Ya Allah, kamu ngabisin sabun seberapa banyak sih?" tanya Mama sambil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN