Berantem Aja, Gal

871 Kata

    Perundingan demi perundingan sudah kulalui bersama Mama, Bapak, Mbak Syila, Mas Ilham, dan bonus Rizal. Akhirnya disepakati bahwa aku tidak boleh pergi ke Probolinggo. Sebetulnya Mama yang keukeuh tidak memperbolehkan, dengan alasan aku pasti bakal naik Bromo. Wuihhhh tentu. Sudah pasti itu. Masa udah jauh -jauh kesana, gak main di Laut Pasir sama Gunung Bromo. Cuma, yahh itu ndak diacc sama Mama eh, aku bisa apa. Jadilah aku mengajukan tempat lain, yaitu Yogyakarta. Dan akhirnya diacc.     "Udah bilang ke Galih?" tanya Mbak Syila saat aku selesai konfirmasi sama Putra. "Belum." kukeluarkan koperku lalu mulai memasukkan beberapa baju kedalamnya. "Kok gak muat ya, biasanya muat." keluhku. "Hahhh.. Itu jagain Rizal. Biar Mbak yang urus bajumu. Makanya kalau pas packing itu dibawa seneng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN