Nicky meringkuk dengan perasaan takut dan cemas. Matanya terpejam tetapi gelisah. Jane yang menunggu lelaki itu tidak kalah khawatir, dia tidak mengerti apa yang terjadi pada temannya itu. “Nicky, kha. Apa yang terjadi?” Diguncangnya lengan Nicky, bulir-bulir keringat membasahi pelipis Nicky. Jane menyesal menyetujui permintaan Rain untuk menjaga Nicky sementara Jeed, adiknya pergi ke Universitas untuk melaksanakan ujian. “Pergi, lepaskan aku, pergi,” lirih Nicky dalam tidurnya. Jane semakin takut, dia seka keringatnya hingga kering lalu mengusap kepala Nicky hingga lelaki itu kembali tidur dengan tenang. Napasnya teratur membuat Jane sedikit lebih tenang. Sudah beberapa jam Jane menunggu Nicky, belum ada tanda-tanda Jeed akan datang, sementara perutnya sudah perih karena lapar. Bagi or

