“Rain, sawatdii kha.” Jane tiba-tiba muncul membuat Rain sedikit terperanat karena kaget. “Waddi, Jane,” jawab Rain. Cafe malam ini cukup ramai, meski belum tutup, jam kerja Rain sudah berakhir. Lelaki itu sedang menikmati live musik sembari menerawang memikirkan Tia. Pantas saja ketika Jane tiba lelaki itu begitu kaget. Obrolan ringan terjadi di antara Rain dan Jane. Tidak ada perasaan apa-apa bagi Rain, sayangnya Jane merasakan hal sebaliknya. Dia merasa sudah hampir kembali mendapatkan Rain seperti yang dia rencanakan sebelumnya. Rencana picik pun kembali Jane lancarkan satu per satu penghalang sudah dia singkirkan. Termasuk Tia, perempuan bodoh yang dengan mudah bisa Jane hasut dengan cerita-cerita palsu yang dia buat. “Rain, belum ada kabar dari Tiara?” tanya Jane, enggan sebenar

