Hanya senyuman tanpa kata-kata. Tapi kemudian anggukan itu muncul dengan malu-malu. Zafir terkekeh. Ia ingat sekali momen itu. Malamnya, Zafir dikenalkan pada ayah dan ibu Disha yang datang dari kampung. Pertemuan singkat yang berkesan. Yang membuat kaget justru tembakan dari ayah Disha. Beliau mengatakan kalau tak mengizinkan anaknya pacaran dan kalau Zafir serius, boleh datang ke rumah untuk melamar Disha. Namun ternyata, Zafir langsung bertanya malam itu juga. Di malam pertama bertemu orangtua Disha, ia mengatakan keseriusannya untuk meminang Disha secara resmi. Urusan orangtuanya itu gampang. Toh mereka sudah pernah bertemu Disha. Yang penting sekarang, mungkin momennya juga pas. Disha senyum malu-malu. Ia bisa memastikan kalau Zafir memang benar-benar berbeda dari lelaki lain yang p

