Wajah Aji benar-benar masam. Sangat kontras dengan manusia-manusia lain yang tengah duduk di sekitarnya dan saling bercanda riang gembira. Salahkan saja Alan yang tiba-tiba datang dan nyelonong di acara kencannya. Oke, bukan sepenuhnya kencan sih, mereka hanya sedang membahas hubungan saja. Tapi tetap saja, Aji kesal bukan main karena acara berduaannya dengan Azza tiba-tiba terganggu oleh kawan bobroknya itu. Seperti tidak ada kafe lain saja, bisa-bisanya Alan kemari dan dengan seenak jidat ikut bergabung dengannya. “And I’m stuck in friend zone again… and again… I dedicated th—“ Aji menatap nyalang. “Berisik lo, Lan! Ganggu tau, polusi suara!” sela Aji sembari meninju pipi Alan pelan. Alan melirik Aji yang wajahnya benar-benar kesal. “Kalau suara lo sebagus Zayn Malik baru gue bisa nikm

