8. Bisakah Kamu Kembali?

2034 Kata

Sekalipun itu kebahagiaan bila sebutannya sudah kenangan. Maka, dia kuasa mengundang lara. _______ "Dengan budget yang dianggarkan Yul sama Bagas kemarin, kayaknya kita nggak bisa pakai gedung deh." Menghentikan kegiatan meniup-niup uap teh dalam cangkir, aku lalu beralih untuk menatap Gusta bersama sorot haus penjelasan. "Mereka kekeuh ingin gunakan Bohemian style dan tetap nggak mau kalau tempatnya outdoor. So, kupikir kita bisa pilih restoran sebagai alternatifnya." "Kok?" Gusta, melepaskan layar laptop yang sedari lima belas menit lalu ia telisik. Seiring dengan itu, dia memutar kepalanya demi menghadapku. Sebuah polah sederhana yang membuat hati ini agak berdesir. Bagaimana tidak? Dua netranya tampak berkilauan di balik kacamata baca yang pria tersebut kenakan dan sialnya efekny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN