13. ‘Kalau Aku Lari?’

2035 Kata

Hati-hati dengan kebiasaan sebab jika sudah biasa, yang selanjutnya bakal datang mungkin ketergantungan. __________ "Kok, belum pergi?" tanyaku seraya memicing tajam begitu membuka pintu kamar mandi dan mendapati Norega masih anteng menghuni kawasan ruang pribadiku. Sementara itu, pria yang kumaksud tampak tak peduli akan hadirnya sesi interupsi barusan. Terlihat jelas dari betapa khusyuknya ia bermain ponsel. Huh! Dasar makhluk tak peka satu ini! Mendengus samar guna menetralisir pacuan emosi, aku bersiap untuk berkata, “Re—“ "Apa?" potong Rega tajam. Lalu, melirikku sekilas bersama sorot yang kaya akan morse cemoohan. "Badan, badanku. Terserah akulah mau kutaruh di mana saja. Kenapa kamu ribut bertanya? Merasa memiliki tubuh ini juga, heh?" Astaga! Sepertinya ada saraf-saraf se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN