Kevin sengaja membiarkan pesan yang masuk dalam ponselnya. Lelaki itu kini lebih memilih keluar kamar daripada harus mengingat kenangan buruknya di masa lalu. Ia benci jika mengingat semuanya. Bahkan ia muak jika harus berhadapan lagi dengan wanita yang telah resmi menjadi ibu tirinya. Menginjakkan kaki di rumah rasanya sudah tidak bersemangat lagi setelah ibunya meninggal. Hubungan Kevin dengan sang ayah semakin meruncing dan selalu beradu argumen. Bukannya tidak tahu berterima kasih, tetapi Kevin hanya muak dengan perilaku sang ayah. Kevin merasa sang ayah selalu memojokkan dan meremehkan kualitasnya hanya karena kebiasaan Kevin yang selalu bermain perempuan. Apa lagi ancaman sang ayah yang mulai tidak rasional. Menjadikan hak waris untuk mengancam Kevin agar segera menikah. Bagi Kevin

