"enggak mood makan." Zahra jadi tidak selera makan saat ada Rasya didalam ruangan ini. "Tapi sayang, kamu harus makan. Anak kita juga butuh asupan makanan loh." Nasihat Vino agar Zahra segera makan, Vino sudah hampir menyuapkan Zahra dihadapannya. "Biarin, biar kamu senang." Zahra mengalihkan pandangannya "Maksud kamu apa sih Ra, aku nggak ngerti loh." Vino mencoba menahan sabar menghadapi bumil. "Kamu senang kan kalo aku keguguran terus menikah lagi dengan wanita lain, apa lagi wanita itu sahabat kamu sendiri." Ucap Zahra mengeluarkan unek-uneknya yang sudah membuat hatinya sakit, Suaminya memang tidak mempunyai perasaan. "Wah, rupanya Zahra cemburu sama gue." Batin Rasa senang saat Zahra sudah mulai cemburu dengan dirinya. "Aku nggak suka kamu bicara seperti itu." Vino memba

