"Aku hanya takut kamu kenapa-kenapa Ra." Tegur Vino hanya takut terjadi sesuatu dengan isteri dan kandungannya. "Bapak memang suami idaman, selalu dijaga isteri Bapak yah." Pesan dokter salut dengan Vino perhatian sekali terhadap isterinya. "Saya akan selalu menjaganya dok." "Kalo begitu saya permisi dulu." Pamit dokter itu kembali memeriksa pasien lainnya. "Terima kasih, dok." Ucap Vino. "Sama-sama." Kemudian dokter keluar dari ruangan ini, hanya berdua berada di ruangan. "Masih sakit kepalanya." "Masih" "Coba aku pijit kepala kamu." "Memang kamu bisa, Mas? Nanti malah salah pijit lagi." "Bisalah, waktu itu aku pernah mijitin Mamah ku kepalanya sakit alhamdulilah agak mendingan juga." Jelas Vino sembari mepijitkan kepala isterinya perlahan-lahan. "Gimana, indah mendingan belu

