Sesal Kemudian Tak Berguna

1106 Kata

"Ayah, maaf, tapi aku benar-benar kecewa. Selama ini aku menerima kekurangan Najwa tanpa pernah mengeluh. Bahkan, aku menutupi fakta kalau dia mandul agar tak rendah diri. Namun, apa balasannya padaku?" Aku menatap nanar ke arah Rafa, belum cukup luka yang dia gores kini di depan Ayah dan Bastian membuka aibku. Terbuat dari apa hati lelaki itu? "Sudah cukup kau merendahkan putriku?" Suara Ayah bergetar, aku bisa melihat hati lelaki itu sama hancurnya denganku. "Aku yang membesarkannya dengan tanganku, melihatnya tumbuh dan berkembang. Aku sangat tahu putriku tak akan berbuat hal sekeji itu. Dan kau sebagai suami harusnya mengenal seperti apa istrimu. Tanya hatimu, apa mungkin dia melakukan perbuatan hina yang kau tuduhkan?" Aku mendekat ke Ayah. Membiarkan tangisku pecah di balik punggu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN