Bab 25

3171 Kata

Kami pergi menuju ruang makan bersama empat orang senior dari kelas dua belas yang baru saja keluar dari kamar asramanya, Asyira mengobrol asik dengan mereka sementara aku dan Renee diam disampingnya.  “Kau adik dari cowok yang datang kemarin kan?” tanya salah satu senior berambut merah sebahu padaku. a Aku mengangguk.  “Memangnya boleh memasukan sembarang orang kesini? Kalau begitu, tempat ini sudah bukan rahasia lagi.” Kata senior berambut berambut hitam dengan potongan model bob.  "Dia kesini karena-“ kalimatku terpotong karena Asyira dengan sembunyi-sembunyi menyikut pinggangku. Aku melirik Asyira dengan tatapan bertanya, dia hanya menggeleng pelan.  Asyira menggantikanku bicara. “Itu bukan masalah besar. Kuyakin dia tidak akan membocorkan ini, adiknya kan mata-mata juga sekarang.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN